
Jika engkau memberiku kekuatan
Maka berikanlah kekuatan untuk berjalan
Pada kebenaran.
Tuhan
Bila engkau memberiku cobaan
Maka berikanlah pula pengharapan
dan pertolongan.
Halo arif
Atau yang biasa dipanggil surya
Atau kamu lebih suka dipanggil bawono
Dengan surat ini saya hanya ingin share ke kamu
Izinkan saya duduk disampingmu
Menyeduh teh kesukaanmu
Dan kita akan bicara dari hati ke hati
Berbicara tentang kamu.
Kamu tentu punya cita-cita tinggi
Punya mimpi-mimpi yang ingin kamu capai
Dan akui saja..cita-cita dan mimpimu itu cukup tinggi
Saya salut akan itu
Tapi arif
Tahukah kamu
Bahwa hal-hal besar di dunia ini
Dibangun dari hal-hal kecil
Disambung oleh konsistensi
Dan dikuatkan oleh integritas
Engkau tentu sadar dan paham akan hal itu
Lalu sekarang
Mari kita sama-sama menilai dalam diri sendiri
Sudahkan kamu mengerjakan hal-hal kecil
yang akan membawamu mendekati cita-citamu?
Sudahkan kamu konsisten di arah yang kamu pilih
Dan sudahkah kamu
memupuk integritas di dalam dirimu?
Kau tahu arif
Bukan berarti saya mengecilkan hal-hal besar yang kau
lakukan saat ini atau di masa lalu
Bukan berarti saya mengesampingkan tetesan peluh, air mata
dan penorbananmu
Bukan.
Tapi mari kita lihat..sudah seberapa besar dampaknya.
Hmmmm...mungkin kau akan menjawab bahwa apa yang kamu
lakukan
Sudah cukup besar
Tapi bagaimana jika kita memulai suatu hal yang lebih besar
lagi
Lebih besar lagi
Lebih liar lagi
Dari apa yang kamu pikirkan sekarang.
Ayo terus konsisten di jalan yang telah kamu pilih saat ini
Kuatkan integritas mu
Disiplinkan dirimu, Buang kebiasaan-kebiasaan jelekmu
kejamlah terhadap dirimu,
Maka kehidupan akan lunak kepadamu.
Karena saya yakin,,dalam hati kecilmu..
Dalam pikiranmu kamu telah percaya dan yakin telah menemukan
apa yang kamu cari selama ini
yaitu
Pengabdian kepada kemanusiaan.
Banyak yang masuk ke Kampus hanya sebagai SISWA
Ya, sebagai siswa
Bukan menjadi MAHAsiswa.
Kenapa?
Karena MahaSiswa adalah jabatan yang sangat berat.
Kita tahu bahwa
MahaSiswa adalah
Agent of Change.
Iron Stock
Guardian of Value
Social Control
dan
Moral Force.
Tapi coba kita lihat
Sudahkan Mahasiswa menjadi Pengubah?
Sudahkah mahasiswa menjadi Penjaga Nilai-Nilai?
Sudah Mahasiswa pelopor gerakan Moral?
Banyak yang masuk kampus
hanya menjadi Siswa
Yang pagi masuk kelas
siang pulang
belajar atau hura-hura
Berapa banyak dari Mahasiswa yang akhirnya menjadi
Sekedar pengejar sertifikat
Pengejar IPK bahkan
Pengejar Jodoh.
Bila ingin disebut mahasiswa
maka tinggikan lah IPK
Bukan Indeks Prestasi Kumulatif
Tapi
Indeks Prestasi Kontribusi
Bila ingin disebut Mahasiswa
Maka...
BERKONTRIBUSI LAH
Ubahlah keadaan masyarakat
dengan kecerdasan
dengan ilmu dan
dengan tindakan.
Kalau hanya duduk di kelas
Belajar di kamar atau perpustakaan
Maka tak heran anda hanya akan menjadi Siswa.
Aku tidak tahu
Mana yang lebih indah
Antara
Senyum mu
atau
Senyum mu
Kepadaku.
Kita dihadapkan pada derai hujan
Yang tak bisa kita hindari
Kita dihadapkan pada mega mendung
yang membuat kita tercenung.
Apakah rasa ini
hanya untuk dinikmati
sendiri
Kalimat tabayyun sebenarnya baru saya kenal beberapa tahun
belakangan. Sebelumnya saya jarang sekali mendengar kalimat ini. Saat pertama
kali saya kenal kalimat ini adalah untuk menyelesaikan suatu permasalahan di
kantor.
Tabayyun kurang lebih berarti Mencari tahu kejelasan suatu
permasalah hingga jelas benar keadaannya. Tanpa praduga, tanpa tendensi dan
tanpa pikiran buruk (suudzon). Tabayyun diutamakan untuk mengejar kebenaran
utama yang artinya harus bersumber pada sumber primer.
Wah saya senang benar mendapat kalimat dan pencerahan baru,
adab tabayyun yang diajarkan dan dipraktekkan di hadapan saya masyaallah sangat
indah. Teman saya yang butuh penjelasan, mengajak duduk berdampingan dengan
teman saya yang akan di tabayyuni (semoga istilahnya benar). Duduk bicara
baik-baik dengan nada yang lembut meminta kejelasan tentang suatu hal.
Masing-masing pihak berbicara dengan penuh penghormatan dan kejujuran, aura
yang keluar sangat menentramkan. Di akhir sesi tabayyun masing-masing pihak
mendapat penjelasan yang akurat dan mengerti persoalan secara jernih.
Seringkali dalam sesi-sesi tabayyun kedua belah pihak saling mengeluarkan air
mata, air mata tanda sayang dan penyesalan karena salah persepsi.
Tabayyun adalah cara Islam menyelesaikan masalah, tidak
hanya masalah tentang keilmuan agama saya rasa, tapi juga masalah-masalah
keluarga, sosial bahkan bisnis. Dan karena saya merasakan manfaat dari tabayyun
ini maka dalam beberapa kali aktivitas bisnis baik pendampingan coaching maupun
di kantor, saat ada permasalahan saya selalu mengingatkan dalam hati saya
“Ayo, tabayyun. Yuk cari tahu dari SUMBERnya.”
Tabayyun bisa jadi artinya kita terlibat menjadi pendengar
bagi orang lain. Kenapa mendengar? Karena terkadang kita memutuskan sesuatu
dengan persepsi kita. Atau karena pengaruh persepsi-persepsi yang berkembang di
sekitar kita.
Misalnya di suatu kasus,
Ada pegawai yang ingin keluar/resign padahal masih masa
training.
Maka di persepsi saya akan mengatakan
“Pegawai ini ga serius kerja”
Tapi selalu saya ingatkan diri saya untuk “Yuk tabayyun dulu”
Maka saya pun Tabayyun, dan apa yang didapat setelah
tabayyun?
Ternyata pegawai tersebut anaknya sakit dan harus merawat
anaknya sehingga dia merasa tidak enak kalau masih training tapi sering ga
masuk. Lebih baik dia mengundurkan diri.
Dari hasil tabayyun pun kami jelaskan bahwa kantor bisa
memberikan dispensasi apabila ada anak dari pegawai yang sakit dan perlu
dirawat di rumah sakit. Maka kedua belah pihak pun sama-sama happy dan
sama-sama mengerti.
Tabayyun menurut saya
merupakan jawaban atas bagaimana saya bertindak dan menyikapi suatu persoalan.
Karena terkadang persoalan itu menjadi besar hanya karena “mispersepsi”.
Apalagi di era seperti sekarang dimana informasi begitu bebas mengalir dan bisa
dibelokkan atau berbelok kemana-mana. Maka tabayyun adalah jawaban dari Islam
yang sangat elok. Tabayyun bertujuan agar jangan sampai berita yang kurang
benar atau kurang akurat berkembang dan bergulir di masyarakat. Karena dalam
islam sekali berita tidak benar tersebar keluar maka bagaikan kapas-kapas yang
bertebaran kemana-mana, sulit untuk diambil kembali. Dan bisa jadi membawa
kerugian bagi orang banyak. Ada banyak kisah-kisah tabayyun yang akhirnya
membawa kemaslahatan dan keselamatan bagi banyak pihak.
Maka selalu saya ingatkan dalam diri saya sendiri. Sebelum
menghakimi/menjustifikasi seseorang selalu saya tanyakan “Apakah saya sudah
Tabayyun, mencari kejelasan sejelas-jelasnya kepada orang tersebut”. Bila
belum, maka bisa jadi saya salah menilai.
Ditulis dengan cinta untuk saudara-saudaraku. Semoga
bermanfaat.
Kita semua punya peristiwa/kejadian yang mengubah pemikiran, tindakan lalu hidup kita.
Bagi saya pribadi hal itu terjadi saat membaca buku. Beberapa buku mungkin hanya menjadi pemuas dahaga akan cerita imajinatif, pemenuh kebutuhan akan rasa ingin tahu, tapi beberapa buku bisa menjadi trigger bagi perubahan hidup. Buku-buku itu saya sebut sebagai Buku yang Mengubah Hidup. Ada beberapa buku yang saya kategorikan ke dalam kategori terakhir. Salah satunya adalah buku Kubik Leadership yang dikarang oleh Pak Jamil Azzaini, Pak Farid Poniman dan Pak Indrawan.
Saya merasa beruntung membaca buku ini di awal saat tumbuh dewasa. Buku ini memberikan sharing tentang pentingnya selalu menebarkan Energi Positif (EPOS) ke sekeliling hidup kita. Untuk selalu menjadi Manusia yang bekerja kerAS, cerdAS dan ikhlAS. Untuk selalu mau meningkatkan valensi. Selalu mementingakan To Be dari pada To Have.
Buku ini menyadarkan saya bahwa yang berharga dari manusia adalah "valensi" nya. Maka akan sangat rugi bila kita hanya kerja sekedar kerja, hanya bisnis sekedar bisnis tanpa meniatkan diri untuk selalu meningkatkan valensi.
Beruntungnya saya, beberapa saat lalu salah satu penulis buku ini yaitu Pak Jamil Azzaini main ke kantor kami. Dan menandatangani buku yang saya simpan. Serta datang ke acara Gebyar Wirausaha 2016 untuk ikut serta melaunching buku The Power of Sinergi yang ditulis oleh Coach Ridwan Abadi.
Di Buku The Power of Sinergi pun di halaman awal dibahas tentang Kapasitas. Bahwa yang menjadi sebab kenapa bisnis kita belum bisa besar bisa jadi karena Kapasitas dari owner, tim manajemen ataupun pengelola yang kurang besar. Maka sangat penting sekali ditekankan untuk meningkatkan kapasitas.
Kapasitas apa saja yang perlu ditingkatkan?
dan bagaimana cara meningkatkannya?
Saran saya Silahkan baca buku Kubik Leadership lalu apabila anda ingin mengaplikasikannya dalam bisnis lengkapi dengan membaca The Power of Sinergi.
Selamat membaca dan selamat mengubah hidup
dan bagaimana cara meningkatkannya?
Saran saya Silahkan baca buku Kubik Leadership lalu apabila anda ingin mengaplikasikannya dalam bisnis lengkapi dengan membaca The Power of Sinergi.
Selamat membaca dan selamat mengubah hidup
Duduk di kereta api
Menikmati Hijaunya Padi
Menikmati indahnya lekuk-lekuk
Negeri ini.
Ingin kuajak engkau
Duduk di sampingku
Bersendau gurau
menertawakan
Kehidupan
Ingin kuajak engkau
Minum teh tiap pagi
Bersama bernyanyi
Membawa jiwa dan raga
BerRekreasi
Ingin kuajak engkau
Duduk dipelangi
Mengambar imaji
Melukis kreasi
Sayang
Engkau hanya mimpi
yang kusapa tiap pagi.
Apa yang paling indah dari Solo?
Kesendirian
Ya…momen-momen kesendirian
Yang bisa dinikmati di ruang kelas
Selepas kelas usai
Dalam kesendirian
Bisa berpikir merenung bersyukur
Lepas dari hinggar binggar kota
Lepas dari hiruk pikuk
Dan sesaknya jalan raya Malang
Di Solo
Hati bisa bersyukur dan gembira
Karena bisa membagikan
Semangat, pengharapan dan kehidupan baru
Bagi sesama.
Menulis dengan menahan air mata,
beberapa hari lalu saya tertegun,
melihat berita ada seorang TKI Indonesia yang bekerja di sebuah kapal milik Taiwan
meninggal karena dipukuli.
Ya..
meninggal
karena dipukuli
selama berhari-hari
hingga mati.
Namanya Supriyanto,
Supriyanto hanyalah seorang mantan kernet bis
dengan 3 anak yang hanya ingin memperbaiki nasib keluarganya.
Bagi Supriyanto tidak banyak pilihan selain menjadi awak kapal asing.
dengan 3 anak yang hanya ingin memperbaiki nasib keluarganya.
Bagi Supriyanto tidak banyak pilihan selain menjadi awak kapal asing.
Seorang awak kapal yang berasal dari indonesia merekam
bagaimana Supriyanto memperlihatkan bagian kepalanya yang penuh luka.
Beberapa hari kemudian,
terlihat di rekaman Supriyanto hanya bisa duduk di ruangan
dengan muka penuh luka.
bagaimana Supriyanto memperlihatkan bagian kepalanya yang penuh luka.
Beberapa hari kemudian,
terlihat di rekaman Supriyanto hanya bisa duduk di ruangan
dengan muka penuh luka.
Tak lama kemudian,
Supriyanto meninggal.
Saya hanya menahan tangis
bagaimana manusia bisa begitu kejam.
"I see human, but not Humanity"

Bagaimana Jika
Rizki kita adalah
Ringannya kaki ke rumah ibadah
untuk berjamaah
bagaimana Jika
Rizki kita adalah
Senyum keluarga
yang setia menunggu di Rumah
Bagaimana Jika
Rizki kita adalah
Lancarnya perjalanan
Menuju tempat kerja
Bagaimana Jika
Rizki kita adalah
Teman
yang selalu siap membantu
Bagaimana Jika
Rizki kita adalah
Hangatnya mentari
Sejuknya udara
Rintik hujan
yang menghidupkan
Dunia
adalah Wadah
untuk Berkeluh kesah
bagi sebagian
dan,
Wadah untuk bersyukur
bagi sebagian yang lain.
But if I sit in the rain
Maybe i can drown
In something other than
My own thoughts
Like wildflowers
You must allow
yourself to grow
in all the places
people thought
you never would
Seperti Bunga Liar
Kamu harus mengijinkan
Dirimu tumbuh
di tempat
yang orang lain
Menganggapmu
Tak akan bisa
Seperti Bunga Liar
Kamu harus mengijinkan
Dirimu tumbuh
di tempat
yang orang lain
Menganggapmu
Tak akan bisa

Katakan padaku
Mana yang lebih indah,
Saat bulan membiarkan
Matahari untuk bersinar
Membangunkan Dunia
Atau
Saat matahari
Memberikan kesempatan bulan
Membagikan secercah sinarnya
Di gelapnya malam.
Kupu-kupu
Tak bisa mengetahui
Betapa indahnya,
Sayap-sayap mereka
Tapi dunia,
bisa mengetahuinya
Serupa itu pula,
Manusia.
Kucoba lari
Dari jerat senyum itu
Kucoba menghindar
dari hangat tatapan itu
Tapi
Tak bisa aku berlari
Tak bisa aku menghindar
Kadang aku bertanya
Kenapa
Baru Jumpa saat ini
Kenapa
Tidak 5
atau 6 tahun lalu
Tapi rupanya
aku tak menemukan jawaban
Hinga akhirnya
Sebuah ungkapan
Kulontarkan dalam harapan
Kujaga dalam perenungan
Doa yang kuulang-ulang
Semoga diberi kesehatan
Dan kini
Kuserahkan padamu
Kutitipkan padamu
Tuhan
Tanpa berkirim pesan
Tanpa perbincangan
Dalam Diam,
saling mendoakan
Dalam Diam,
Menumbuhkan Harapan
Apabila memang disatukan
Semoga diberi Jalan
dan
Kemudahan.











