Penjara.
Tidak akan memasung jiwa-jiwa yang merdeka.
Jeruji.
Tak akan membatasi, mereka yang hidup dengan kasih.
Karena sebenarnya.
Kemerdekaan itu bukanlah apa yang ada di raga
tapi..
Tentang apa yang ada di Hati dan Pikiran.
Setelah mengikuti SBC Leader Camp di Tawang Mangu (lereng Gunung Lawu) kemarin makin memantapkan istilah yang saya tulis sebagai judul di atas. Bahwa Hidup kita bukanlah milik kita lagi. tetapi milik Gerakan. Gerakan yang mungkin hasilnya bukan dinikmati oleh kita, tetapi oleh anak-cucu penerus kita. Perjuangan jelas tidak akan mudah, sama seperti yang dikatakan saat mencanangkan misi mengirim Manusia ke Bulan. Tidak akan mudah, tapi dengan misi yang tidak mudah tersebut akan mengeluarkan seluruh Potensi Terbaik kita. Misi tersebut akan memaksa kita untuk benar-benar ber-ikhtiar dan pada akhirnya akan bisa menjadi pijakan penting bagi kemanusiaan.
Di SBC Leader Camp kita sama-sama diingatkan bila selama ini kita berpikir berbisnis untuk sukses, kaya-raya, banyak aset. Pertanyaannya adalah lalu untuk apa?
Sebanyak-banyaknya kekayaan kita tetaplah akan makan sehari 3 piring, atau maksimal 6 piring lah kalau anda ternyata punya perut ekstra. Sebanyak-banyaknya harta, kita tetaplah akan dimakan oleh usia. Seberlimpah-limpahnya aset kita pada akhirnya akan kita tinggalkan pada ahli waris kita. Harta dan aset kita yang dibawa mati dan dihitung adalah yang kita manfaatkan untuk sesama.
Di SBC Leader Camp kita bersama-sama belajar bahwa sukses harus diimbangi dengan Berkah. Di SBCLeader Camp kita bersama-sama belajar untuk menjadi Manusia Kuadran Keempat. Dimana kesuksesan kita belumlah sempurna dan paripurna apabila belum memberikan manfaat bagi sesama, bagi lebih banyak orang. Menjadi Sukses Berkah adalah sebuah Pilihan yang memang harus kita pilih sendari awal kita berbisnis. Di SBC Leader Camp kita bersama-sama belajar untuk menjadi satu saudara dalam kehidupan dunia-akhirat. Saya-anda atau Coach Ridwan mungkin bukan saudara yang dilahirkan dalam rahim yang sama. Tapi kita adalah saudara yang dipersaudarakan oleh sebuah Gerakan. Dan semoga kita semua bisa menjadi manusia yang tidak hanya Take, tapi Give and Fight.
Salam kenal-saudara-saudaraku.

Jika engkau memberiku kekuatan
Maka berikanlah kekuatan untuk berjalan
Pada kebenaran.
Tuhan
Bila engkau memberiku cobaan
Maka berikanlah pula pengharapan
dan pertolongan.
Halo arif
Atau yang biasa dipanggil surya
Atau kamu lebih suka dipanggil bawono
Dengan surat ini saya hanya ingin share ke kamu
Izinkan saya duduk disampingmu
Menyeduh teh kesukaanmu
Dan kita akan bicara dari hati ke hati
Berbicara tentang kamu.
Kamu tentu punya cita-cita tinggi
Punya mimpi-mimpi yang ingin kamu capai
Dan akui saja..cita-cita dan mimpimu itu cukup tinggi
Saya salut akan itu
Tapi arif
Tahukah kamu
Bahwa hal-hal besar di dunia ini
Dibangun dari hal-hal kecil
Disambung oleh konsistensi
Dan dikuatkan oleh integritas
Engkau tentu sadar dan paham akan hal itu
Lalu sekarang
Mari kita sama-sama menilai dalam diri sendiri
Sudahkan kamu mengerjakan hal-hal kecil
yang akan membawamu mendekati cita-citamu?
Sudahkan kamu konsisten di arah yang kamu pilih
Dan sudahkah kamu
memupuk integritas di dalam dirimu?
Kau tahu arif
Bukan berarti saya mengecilkan hal-hal besar yang kau
lakukan saat ini atau di masa lalu
Bukan berarti saya mengesampingkan tetesan peluh, air mata
dan penorbananmu
Bukan.
Tapi mari kita lihat..sudah seberapa besar dampaknya.
Hmmmm...mungkin kau akan menjawab bahwa apa yang kamu
lakukan
Sudah cukup besar
Tapi bagaimana jika kita memulai suatu hal yang lebih besar
lagi
Lebih besar lagi
Lebih liar lagi
Dari apa yang kamu pikirkan sekarang.
Ayo terus konsisten di jalan yang telah kamu pilih saat ini
Kuatkan integritas mu
Disiplinkan dirimu, Buang kebiasaan-kebiasaan jelekmu
kejamlah terhadap dirimu,
Maka kehidupan akan lunak kepadamu.
Karena saya yakin,,dalam hati kecilmu..
Dalam pikiranmu kamu telah percaya dan yakin telah menemukan
apa yang kamu cari selama ini
yaitu
Pengabdian kepada kemanusiaan.
Di kelas-kelas awal BOS Business Class akan ada sesi dimana para peserta untuk menuliskan daftar impian mereka. Biasanya dengan tools SMART (Specific, Measurable, Achieveble/Antusiasable, Realistic, dan Timely). Dan tidak jarang akan ditemui beberapa peserta yang kesulitan untuk menulis impian. Padahal yang diminta hanya kurang lebih 10 impian jangka pendek (1 tahun). Iya cuma sepuluh doang, tapi bisa jadi 30 menit pembahasannya. Hanya untuk meyakinkan bahwa mereka punya (lebih tepatnya HARUS punya) impian.
Di tulisan saya beberapa bulan lalu sudah sempat saya tulis kecenderungan yang dinamakan inferior complex, merasa bahwa dirinya ya pantasnya segitu-gitu saja. Engga boleh atau engga bisa lebih tinggi lagi. Usaha ya biar berjalan seperti ini sajalah..ga usah muluk-muluk dst. Padahal...kita semua punya potensi yang bisa jadi besar dan diluar jangkauan perkiraan kita saat ini. Maka perlu dicari WHY nya...Kenapa kita harus punya IMPIAN.
Analogi yang sering dipakai di BOS Business Class adalah analogi Penumpang Taksi. Misalnya begini, suatu malam anda masuk ke sebuah taksi, lalu
sopir taksi bertanya “Mau kemana mas/mbak?”.
Jawaban anda adalah “Mau pulang”.
Si sopir taksi tanya lagi “Mau pulang kemana?”.
Anda menjawab “Pulang ke rumah”.
Si sopir taksi bertanya lagi “Rumahnya dimana?”.
Anda menjawab “Di rumah orang tua saya”.
Kira-kira apa yang akan dilakukan oleh si sopir taksi? ada 2 kemungkinan.
Kemungkinan pertama, anda akan disuruh turun karena GeJe alias Ga Jelas.
Kemungkinan kedua, anda akan ditanya, berapa banyak uang di dompet. Lalu si sopir taksi menyalakan argo dan mengajak anda berputar-putar sampai angka di argo menunjukan jumlah uang di dompet anda. Lalu menyuruh anda turun dan membayar.
Begitu juga di Bisnis, saat kita tidak punya tujuan yang SMART maka bisa jadi kita akan diajak berputar-putar oleh bisnis kita. Setelah uang kita habis disuruh keluar deh dari bisnis kita karena ga punya cash lagi.
Impian ibarat GPS yang memandu kita, kemana tujuannya/targetnya dan apakah rutenya sudah sesuai. Untuk itu biasanya di BOS Business Class juga kami menjelaskan bahwa Impian bisa menjadi rencana Alokasi Cash yang anda dapatkan dari bisnis.
Maksudnya bagaimana?
Impian yang ditulis bisa jadi mencerminkan kemana saja Alokasi Cash yang kita dapatkan dari bisnis akan dimuarakan. Misalnya, bila kita tidak memiliki impian maka setiap kita memiliki cash dari hasil bisnis bisa nglambyar kemana-mana uangnya. Dibelikan mobil baru, HP baru, tas baru, rumah baru, tanah dll. Tetapi bila kita mempunyai daftar Impian maka kita akan memiliki daftar Alokasi kemana saja Cash yang kita dapatkan akan dibelanjakan.
Bila anda pengusaha cuci motor, maka anda bisa membuat list Impian salah satunya adalah membeli perlengkapan cuci motor yang baru, atau menyewa lahan yang ada di sebalah lokasi usaha anda untuk memperluas tempat nyuci motornya dsb. Nah setiap memiliki cash/keuntungan maka anda bisa mengukur, apakah sudah bisa membeli/mendapatkan impian-impian anda. Dengan begitu anda bisa dengan bijak mengalokasikan Cash yang anda peroleh dari bisnis anda. Dan usahakan impian-impian anda adalah impian-impian yang meningkatkan KAPASITAS anda baik P,L maupun T nya. Agar bisnis dan diri anda bertumbuh.
Selamat menuliskan IMPIAN.... :)
*Kantor BOS Kota Malang.


